Kebudayaan Solo sangatlah beragam tetap terjaga

Kebudayaan Solo sangatlah beragam. Anda bisa mendapati banyak budaya yang lahir maupun berkembang di kota ini. Dari kebudayaan tradisional yang masih terjaga sampai saat ini sampai sejumlah budaya hasil adaptasi dari beberapa daerah lainnya. Memang di kota yang saat ini dipimpin oleh Walikota F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakilnya Achmad Purnomo ini sangat menjaga budaya Jawa. Sehingga, Solo juga dikenal atau memiliki julukan sebagai Kota budaya.

Kebudayaan Solo

Tidak dipungkiri, keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta menjadi bagian penting lahirnya sejumlah kebudayaan di Solo. Seperti kita ketahui, sejumlah kebudayaan lahir dari peradaban ini. Sampai saat ini sejumlah kebudayaan yang dihadirkan atau digelar oleh Keraton masih dilaksanakan hingga saat ini. Sebut saja, Tingalan Jumenengan yakni sebuah prosesi sakral yang diadakan oleh kerajaan Surakarta ini.

Prosesi memperingati hari kenaikan tahta seorang raja ini menjadi bagian penting yang masih digelar di keraton. Dalam ritual ini juga terdapat sebuah tarian yang hanya ditampilkan pada acara ini, yakni tari Bedhaya Ketawang. Salah satu yang menjadi catatan yakni tarian ini hanya boleh dimainkan oleh para perempuan yang masih gadis atau perawan. Ini menjadi syarat utama tarian yang biasanya dibawakan oleh sembilan orang penari ini.

Kebudayaan Solo dan batik

Selain itu, di Solo juga terdapat sejumlah budaya lain yang tidak kalah menariknya untuk anda saksikan. Seperti perhelatan akbar Solo Batik Carnival. Gelaran menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Solo. Pada gelaran ini, anda bisa menyaksikan kostum-kostum berbahan batik yang didesain sedemikian rupa sesuai tema yang sedang diangkat. Ada puluhan peserta yang biasanya tampil dalam gelaran ini. Mereka akan melintasi sepanjang Jalan Brigjen Slamet Riyadi. Biasanya, festival batik ini akan dipadati oleh para pengunjung. Selain dari dalam kota banyak juga wisatawan yang datang khusus menyaksikan perhelatan ini.

Kemudian ada kebudayaan akulturasi dari dua etnis yakni etnis Jawa dan etnis Tionghoa yakni Grebeg Sudiro. Gelaran yang memadukan dua kebudayaan ini digelar untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Kegiatan ini diadakan di Kelurahan Sudiroprajan yang sangat sudah sangat terkenal dengan percampuran dua etnis tersebut.

Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah solo, aqiqah jogja, aqiqah semarang, perlengkapan haji dan seragam batik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *